Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.
Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejala yang
ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan
muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda
atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan
sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
Pengetahuan adalah informasi
yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki;
yang lantas melekat di benak seseorang. Pada umumnya, pengetahuan
memiliki kemampuan prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan
atas suatu pola. Manakala informasi dan data
sekadar berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan
kebingungan, maka pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan tindakan.
Ini lah yang disebut potensi untuk menindaki.
Melalui tafsir yang disajikan secara ringkas dan sederhana ini, Dr.
`Aidh al-Qarni berharap semakin banyak orang yang dapat memahami
kandungan al-Qur`an. Dalam kesederhanaannya, tafsir ini memberikan
banyak kemudahan bagi pembaca untuk memahami makna dan kandungan setiap
ayat, hubungan antar ayat, hukum-hukum syariat yang tersurat maupun yang
tersirat dari setiap ayat, dan juga isyarat serta hikmah dari turunnya
sebuah ayat atau sebuah surah.
Banyak hal rumit yang ditemui dalam kitab-kitab tafsir lain sengaja
dihindari oleh penulis. Misalnya, penulis tidak menguraikan sebuah ayat
dari aspek bahasanya—pilihan kata dan masalah tatabahasa
(nahwu-sharaf)nya—hal ihwal satranya, maupun persoalan makna ayat-ayat
mutasyâbih yang acap menjadi bahan perbedaan pendapat di kalangan ulama
tafsir. Penulis juga menghindari cerita-cerita isra`iliyat,
riwayat-riwayat yang lemah, dan berbagai riwayat yang masih
diperselisihkan ke-otentikan-nya. Singkatnya, penulis langsung menuju
kepada pokok persoalan dan mencoba memberikan kesimpulan secara jelas.
Kelebihan itulah yang akhirnya membuat tafsir ini terus cetak ulang,
laris di pasaran, dan mulai diterjemahkan ke berbagai bahasa. Tercatat,
edisi bahasa Arabnya sampai saat ini sudah terjual lebih dari 500.000
eksemplar.
Dr. `Aidh al-Qarni Lahir pada tahun 1379 H. Dikenal sebagai ulama
yang tidak hanya aktif berdakwah, tetapi juga produktif menulis. Salah
satu bukunya yang fenomenal dan menjadi buku yang sangat berpengaruh
pada abad ini adalah buku Lâ Tahzan, Jangan Bersedih!
Selain hafal al-Qur`an kitab hadis Bulûgh al-Maram, 5000 hadis lain,
dan lebih dari 10.000 bait syair Arab kuno hingga modern, beliau juga
mendalami kitab-kitab tafsir klasik maupun kontemporer seperti tafsir
Ibnu Katsir, ath-Thabari, al-Qurthubi, Zâdu al-Masîr, al-Kasysyaf karya
az-Zamakhsyari, dan juga tafsir Fî Zhilâl al-Qur`ân karya Sayyid Quthb.
Kini, ulama yang telah menjalani dakwah Islam lebih dari seperempat
abad ini masih mengajar pengajian hadis Mukhtashar al-Bukhari,
Mukhtashar Muslim, al-Muntakhab, al-Lu`lu` wa al-Marjan dan juga
mengajarkan ilmu akidah, sirah, fikih dalam pengajian-pengajiannya di
berbagai tempat.
Follow Me @Instagram